Sabtu, 03 September 2016

puncak pertama Gunung Gede 2958MDPL

    Akhir bulan kebetulan juga weekend, tepat sekali sudah lama juga tidak bertamasya. Teman rumah mengajak berpetualang kebetulan sekali weekend ini saya memang rindu akannya. Kami membicarakan sudah sekitar seminggu yang lalu, tinggal menunggu waktu dan pergi. Bogor kebetulan sangat dekat dengan tempat kami tinggal yaitu tim saya Karon Outdoor, kami tinggal satu perumahan saling berdekatan satu sama lain terlebih hampir setiap malam kita berkumpul maka tercetuslah rencana kita bertamasya ke Gunung Gede Bogor yang berketinggian 2958 MDPL.

    Berangkat sore hari kita semua naik motor dengan mambawa Carrier, sekitar tiga jam dari cibubur untuk sampai ke Cibodas kabupaten Bogor basecamp pendakian pintu Cibodas. Bogor hampir setiap hari turun hujan, benar saja diperjalanan saya sempat terguyur hujan sedang beruntunglah sudah hampir sampai. Tim kami bersepuluh dan Dua orang diantaranya Wanita kebetulan saya mengajak Hanum pacar saya sendiri untuk mendaki. Sekitar jam Delapan malam kita semua sudah sampai walau tadi dijalan kita sempat terpisah karna macet.

    Sampai lalu rehat sejenak sambil menyipkan diri, juga pemanasan kebetulan memang kita ingin langsung mendaki malam itu juga. Semua sudah siap setelah berdoa bersama meminta keselamatan tim mulai berjalan, saya memimpin didepan dan sisanya mengikuti dan menjaga jarak. Setelah sampai dipintu pendakian Ranger pun memeriksa surat ijin mendaki kami tidak ada masalah kita semua di izinkan untuk melakukan pendakian. Berjalan perlahan mendaki malam memang perlu tenaga ekstra selain harus lebih awas karna gelap disini alat pendukung seperti Headlamp harus dipersiapkan untuk setiap orang yang mendaki. Kurang dari Enam puluh menit tim kami pun tiba di pos Satu, cuaca lumayan dingin baiknya memang jangan terlalu lama beristirahat karna akan membuat malas berjalan.

    Melanjutkan perjalanan saya masih didepan yang lain ikut bergegas, kita tidak boleh  terlalu jauh satu sama lain. Track gunung gede adalah bebatuan yang disusun, cukup jelas untuk ditapaki kita tinggal mengikuti arah kemana batu dan juga disepanjang jalur mulai banyak pos yang di bangun, Gunung Gede memang sudah komersil surat izin disini juga sudah lumayan mahal untuk para pendaki jadi menerut saya pribadi sudah pantas dengan fasilitas pos dan penunjuk arah gunung ini cukup menyengkan untuk dinaiki bersama teman-teman. Empat jam berjalan dan beberapa kali istirahat di Track berpapasan dengan pendaki lain malam itu sungguh tidak terasa akhirnya kami sampai di Kandang Batu camping Ground tempat pendaki mendirikan tenda, dilapak yang tidak terlalu luas ini kami dan tim beristirahat. Kandang Batu berada setelah kita melewati jalan Air Panas, konon tempat ini sedikit angker dan kerap terjadi hal yang tidak diinginkan namun menjaga lisan, pikiran dan etikalah yang bisa menjauhkan dari hal tersebut. Malam itu kita beristirahat.

location. Kandang Batu

    Selamat pagi, kicau burung dimana-mana tapi tak terlihat hanya terdengar merdu dan cuaca cukup mengagetkan ketika sleeping bag terlepas dari tubuh lalu keluar tenda. Disini kita memulai hari memasak dan meminum kopi. Alhamdulillah tim baik-baik saja tidak ada yang sakit semua terlihat menikmati tamasya ini. Setelah berkemas kita pun siap melanjutkan perjalanan, tidak lama berjalan kurang lebih Satu setengah jam kita pun tiba di Kandang Badak, tempat ini pun sama adalah lapak Camping Ground para pendaki. Istirahat sambil mengisi ulang air tak lama kemudian tim berbegas menuju puncak Gunung Gede, fisik di uji jalan yang berbatu dan tersusun kita sudah tidak lagi ada namun tapakan cukup jelas, banyak juga tanda simpul tali yang diikat kecil diranting sebagai penunjuk jalan.

taken by: Mangai

    Tim terpecah saya sudah tidak lagi didepan, kondisi fisik menentukan langkah kita berjalan sekarang, tidak perlu dipaksakan puncak tidak akan kemana-mana yang terpenting sekarang tetap berjalan dan tenang. Beberapa kali kabut turun menutup jalan, perut yang sudah mulai lapar kembali kami ingin cepat sampai puncak melihat kawah Gunung Gede dan Surya Kencana dari atasnya. Setelah melewati Tanjakan Setan, disini kekuatan tangan diperlukan untuk menjaga keseimbangan karna kita berpegangan tali lalu merangkak naik, jaga jarak dan hati-hati adalah kunci untuk melewati tanjakan ini.

    Setelah keluar dari hutan dan terlihat sebuah pundukan jalan kerikil kecil dengan tanda pagar dari tali sebagai pembatas kawah Gunung Gede terlihat sangat mengah jangan dibayangkan jika terjatuh tentunya kemungkinan hidup sungguh sangat kecil.

    Sesampainya dipuncak lalu melihat keindahannya terasa terbayar jerih payah keringat dan berubah menjadi es batu, semangat yang memanaskan didalam diri juga teman-teman yang menemani mendaki.

( Dilli - Bembem - Cutuy - Hanum - Ogay - Shinta - Cedut - Mangai - Ucop - Item )
( Hanum - Dilli )

Terimakasih

Follow Instagram: @dilliprasetyo @Karon_outdoor





Jumat, 22 Juli 2016

Danau Buatan Jayamix Quarry

    Sudah lama sekali rasanya tidak menjelajah, mencari tempat untuk melepaskan segala keresahan dan kebencian kehidupan. Selepas trip saya diakhir tahun lalu berpergian bersama teman-teman kepulau Lombok. Saya memang vakum karna harus mengerjakan tugas akhir saya yaitu skripsi namun pada akhirnya semua itu tidak dapat saya selesaikan pada semester ini karna masalah waktu yang sudah tidak memungkinkan.

    Danau Quarry Jayamix kali ini saya berpergian kembali kedaerah Rumpin kabupaten Bogor, selain bukit Munara danau ini juga tidak kalah Hitz untuk dikunjungi. Danau buatan ini adalah danau akibat penggalian tambang batu yang dikeruk perusahaan PT. Jayamix Quarry sehingga mata air yang berada didalam tanah keluar dan membentuk danau. Menurut penduduk sekitar kedalaman danau mencapai 70 meter, danau tersebut juga dimanfaatkan warga lokal untuk memancing dan bersih-bersih keperluan sehari - hari.

    Tarif wisata untuk melihat danau buatan ini hanya Rp. 10.000,-/orang dan motor Rp. 5.000,-. Jalan untuk mengakses tempat wisata ini terbilang susah-susah gampang, kendalanya adalah jalan yang rusak karna dilalui truck penambang.

taken by: @hutomopy

taken by: @hutomopy

taken by: @hutomopy

Selamat mencoba dan jaga kebersihan tempat bermain kita.
follow my Instagram @dilliprasetyo

Minggu, 03 April 2016

Miewa Goes To Papandayan.

    Teman bagi saya adalah bunga dari kehidupan, ntah itu yang bisa membuat bahagia atau pun yang dapat membuat hati merasa bersedih. Seperti kehidupan semua akan terus berjalan sampai akhirnya mati, begitu juga dengan teman yang akan tetap ada sampai akhirnya selesai. Persahabatan tentunya adalah ikatan yang terjalin samapi kapanpun dialah orang yang selalu mengerti diri kita merasa cocok karna kesamaan dan visi bergembira bersama dalam suka.

    Meiwa memberikan kehidupan yang sungguh sangat menyenangkan baik dari apapun dan masih bersama sampai hari ini. berikut adalah cerita beberapa tahun yang lalu tentang menuju puncak dan keintiman bersama dalam beberapa malam dialam bebas.

Tidak akan terlupakan cerita ini karna telah diabadikan untuk selamanya.

( Noufal - Adhit - Adul - Becky - Malfoy - Aditya - Dilli )

Selamat menonton video yang berdurasi 10 menit ini.
https://youtu.be/vvW5Xm9BDw0

All photo
https://www.facebook.com/muchammad.priyo/media_set?set=a.848510191826088.1073741831.100000013449208&type=3

Senin, 07 Maret 2016

Travel To Museum Indonesia ( tekstil & Layang - Layang )

    Sebelumnya ini adalah kali pertama saya ala-ala host di Tv ntah apa yang melatar belakangi saya untuk setuju atas ajak seorang teman untuk membantunya mengerjakan project video sebagai tugas akhirnya. Pengalaman yang sungguh berharga bagi saya kala itu walaupun sempat merasa tersita banyak waktu tapi setelah melihat hasilnya saya merasa puas sekali. Mendapat lawan main wanita, awalnya agak terasa canggung karna harus beradegan terlebih saya baru mengenalnya waktu.

Ayo jalan-jalan ke Museum Indonesia yuk.

cek Video -------> https://youtu.be/-biqPHLNth4

Sabtu, 13 Februari 2016

Karon_outdoor

    Berkegiatan dialam memang sungguh sangat mengasikan apalagi kalau kegiatan ini dilakukan bersama teman atau keluarga tecinta. Seperti mendaki bukit atau gunung, menjelajah pulau sampai kedasar lautnya dapat menjadi pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan. Buat kalian yang ingin mencoba kegiatan outdoor ini kami merentakan peralatan mendaki dan camping. Semoga bermanfaat.

( List Harga )
( Follow IG @Karon_outdoor )

 Salam Rimba, Go!!! Outdoor...


Minggu, 07 Februari 2016

On The Top 3.726 MASL mt. Rinjani

    Rencana setahun lalu yang kami siap realisasikan dipenghujung tahun 2015, segala kemungkinan bisa terjadi atau meleset dari dugaan. Kami ingin naik Gunung Rinjani, uang kami siapakan begitu juga fisik setelah semua transfortasi yang kita boking untuk menuju kesana.

    Setibanya pagi hari distasiun Senen kami berangkat berempat yaitu Saya, Tomi, Rizky dan Ryan tujuan kita adalah untuk sampai dikota Surabaya terlebih dahulu. Di gerbong satu kita membunuh waktu Lima belas jam akhirnya tiba disurabaya pagi buta, ya dari sini perjalanan tentu akan kami lanjutkan sambil menunggu kereta pagi untuk sampai Banyuwangi. Sore hari di Banyuwangi kita putuskan untuk berjalan kaki menuju pelabuhan Katapang.

( St. Gubeng - Surabaya )

    Yap! Hore kita keluar jawa pukul Enam sore setelah kapal yang kita tumpangi mulus merapat dipelabuhan Gilimanuk, kondisi sudah gelap lelah sekali hari itu yang saya rasakan. Padang bai kita harus kesana untuk melanjutkan perjalanan, semuanya bergerak cepat pindah dari sarana transfortasi satu ke transfomasi lain. Kami menunggu cukup lama sampai mini bus terisi penuh dan berangkatlah kita ke terminal Ubung Bali setengah perjalan untuk sampai ke Padang Bai, tengah malam waktu WITA seorang supir taksi dengan mulut yang beraroma tuak mengantarkan kita ke pelauhan Padang Bai dengan kecepatan tinggi, sungguh mengerikan. Under 30 menit bukan waktu yang normal untuk sampai ke Padang Bai dengan menaiki taksi dari terminal Ubung, jika ingin merasakan sensasinya carilah Kadir dia satu-satunya seorang supir Taksi muslim yang mangkal diterminal Ubung katanya.

    Memasuki hari ke 2 perjalanan sebentar lagi kita akan sampai di Lombok. Rest… rest.. rest.. dari Padang Bai ke pelabuhan Lembar didalam kapal kami gunakan untuk istirahat karna perjalan laut ini memakan waktu yang lumayan lama sekitar 4 jam dilautan. Lombok terik hari itu padahal waktu belum lama pagi dan akan beranjak siang, masih sekitar Sembilan pagi kita yang sedang menunggu didepan mini market karna akan dijemput oleh saudaranya Tomi. Alhamdullilah…. kita diberi tempat tinggal sementara sampai nanti menunggu Satu orang lagi dan berangkat ke Rinjani.

    Saya bertemu Ogay siang hari waktu itu kebetulan dia minta dijemput diterminal sehabis melakukan trip panjang ke pulau komodo, saya tidak peduli yang jelas dia ngaret dari waktu yang kita sudah sepakati. Sekarang kita sudah berlima kita putuskan untuk berangkat sore itu juga, kami ngeteng angkutan umum perjalanan cukup panjang dari Udayana menuju desa Sembalun memakan waktu sekitar Dua setengah jam. Saya mendapatkan teman baru di Lombok ini karna sebelumnya Tomi yang mencari informasi terkait status Gunung Rinjani yang sedang erupsi, rencananya dia akan ikut mendaki bersama kami, tentu kami senang dia juga tidak merepotkan team kami terlebih dia menguasai bahasa sasak Lombok memudahkan dan menguntungkan kami tentunya dia adalah Azry Albeka selamat bergabung dengan Karon Outdoor team.

    Sampai di Base camp Sembalun pukul setengah Delapan malam WITA, sebagian dari kami bersiap-siap dan Arzy mengurus regristrasi pendakian, waktu itu team kami dihimbau untuk tidak mendaki sampai puncak Rinjani karna keadaan yang belum kondusif, namun menurut info sejak saat pendakian dibuka sejak hari senin saat kita baru tiba di Lombok sudah mulai ada pendaki yang berada dikawasan ini. Sekarang pukul Depalan malam pendakian kita mulai saya biarkan Azry memimpin didepan yang disusul oleh Ryan, Rizky dan Tomi, kita berjalan konstan dan masih semangat karna memang baru dimulai, jalan yang datar namun sesekali menanjak kadang berkelok sepanjang malam sinar bintang juga hadir pada saat itu memacu saya ingin lebih dekat lagi melihatnya. Setengah jam perjalanan dingin waktu itu tidak terlalu terasa terbakar bersama energi yang kita siapkan untuk sampai puncak Rinjani, ternyata kita salah jalan seketika janggal untuk dilewati kita banyak memanjat batu-batuan tinggi. Jangan diteruskan, saya yang menyobek kertas-kertas kecil untuk ditaburkan dijalan sebagai tanda karna tidak ingin melangkah lebih jauh akhirnya kita sepakat untuk putar balik, saat itu barulah kita sadar kalau ternyata jalan itu kurang terlihat dari pandangan kita. Lumayan mencuri start akhirnya tengah malam kita putuskan untuk beristirahat menunggu pagi dan melanjutkan perjalan.

( Ryan - Azry - Dilli - Tomi - Rizky - Ogay )

    Camp pertama dikawasan Rinjani disambut sebuah motor petani yang akan memasuki hutan juga ada segerombolan monyet yang terlihat sedang asik mencari makan. Kami lanjutkan perjalan kita akan berhenti di Pos 2 dan mengisi air minum, tidak terasa Dua jam berjalan tibalah kita di Pos 2 dan saya langsung turun untuk mengisi air karna persedian air ternyata sudah akan habis duluan. Ya Tuhan air sangat keruh, kotor dan berjentik sepertinya saya akan menahan aus ketimbang harus meminumnya, tapi yang saya lihat ada seorang porter yang tetap mengambil air dari sumber air tersebut. “gapapa bang ini buat dimasak aman emang agak keruh saja airnya” yasudah ini hanya untuk berjaga-jaga saja airnya.

    Istirahat cukup dipos 2 tempat pendaki banyak melakukan istirahat udaranya memang kadang sedikit menghentak jika terlalu lama beristirahat akan jadi malas untuk melanjutkan perjalanan, kami berlima akhirnya melanjutkan perjanan menuju pos 3 sangatlah indah sepanjang perjalanan ini mata seakan benar-benar dimanjakan. Sudah hampir siang akhirnya sampai juga, kedatangan kita dipos 3 disambut Tiga ekor anak Anjing lucu mereka menghampiri kita namun seperti takut, mungkin karna saya berambut gondrong. Berbagi makanan sedikit dengan Anjing kecil ini sungguh mengasikan, ketika ada seorang Bule yang mendaki menanyakan Anjing siapa namun spontan celetukan saya “ this dog searching food ” teman-teman tertawa karna bahasa inggris saya yang asal-asalan.

pict by : Ogay

    Meneruskan perjalanan pos 3 adalah pos terakhir jalur pendakian via Sembalun, ini dia dari sini jalan menanjak seakan-akan tidak ada habisnya. Yaaaaap!! Bukit penyesalan… karna tenaga kita sudah menulai menurut terlebih team tidak memutuskan untuk masak di pos 3 tadi sekarang formasi kita agak sedikit berantakan, Azry dan Ryan cukup konstan berada didepan sambil sesekali saya menyusul dari belakang sementara Tomi yang sudah sering minta rest bersama Ogay dan Rizky selalu memback up mereka. Saya mulai mengeluh juga beberapa kali tertidur diperjalanan, cukup jauh dengan Tiga orang dibelakang itu, setelah sadar ternyata mereka membalap saya, kita sekarang jadi jalan berempat Ryan dan Azry mereka sudah didepan,kapan tanjakan ini selesai dalam hati saya kadang bukit didepan itu terlihat akhir namun ternyata masih ada bukit lagi dan benar saja saya menyesal naik Rinjani waktu itu. Beberapa menit saya tersusul rombongan belakang saya putuskan untuk mengejar Azry dan Ryan waktu itu kabut turun mengurangi jarak pandang untungnya mereka tersusul dan saya sekarang berada didepan bersama mereka yang disusul Tomi beberapa saat.

    Pelawangan sembalun jam setengah Enam sore WITA berkabut dan dingin bergegas mendirikan tenda untuk istirahat. Saya, Azry, Tomi dan Ryan adalah orang yang sudah sampai disini dan mulai mendirikan tenda, ketika tenda 1 sudah hampir selesai kita bangun datanglah Rizky membawa kabar “ Ogay gak kuat, minta dijemput dia udah gak kuat bawa Carrier “ pekerjaan yang belum selesai itu akhirnya saya tinggal dan pergi kebawah menjeput Ogay yang sedang duduk lemas, karna udara lumayan dingin saya suruh dia tetap jalan sambil membawakan Carrier miliknya. Membangun tenda kedua dan mempersiapkan makan malam akhirnya team kami semua beristirahat.

pict by : Tomy

    Selamat pagi sepertinya sarapan sangat kurang hari ini dan sudah akan siang tentunya, rencananya kita akan pergi kepuncak jam Sembilan pagi setelah Ryan, Rizki, Tomi dan Azry mengambil persedian air untuk kita minum. Ogay tidak ikut kepuncak ditemani Oleh Ryan karna kondisi yang kurang fit kemarin mereka putuskan untuk pergi kepuncak esok pagi buta. Dari pelawangan Sembalun menuju puncak Rinjani memakan waktu sekitar Empat jam normal, sebelumnya kita memang dihimbau untuk tidak sampai puncak, namun tadi pagi pendaki asal Malaysia dengan porternya terlihat berangkat menuju puncak juga ada pendaki asal kota Padang yang kemarin bercerita bahwa mereka sudah sampai puncak Rinjani. 

    Kita berempat mulai meninggalkan Ogay dan Ryan yang menunggu di camp, cuaca yang lumayan hangat waktu itu seperti ingin memacu laju kaki yang ingin singgah dipuncak Rinjani. Tanjakan berpasir Lima Belas menit berjalan  kita memasuki kawasan menuju puncak dari sini mulai terasa perjalanan karna yang kita tapaki terkadang merosot jadi memerlukan 2 kali tenaga untuk sampai dipundukan yang pertama. Akhirnya kita berhasil melewati tanjakan pasir dengan waktu kurang lebih Satu jam, puncak memang terlihat dekat dari sini hanya “terlihat dekat” tidak ingin terlalu lama kita teruskan perjalanan dengan hati yang terkadang mengeluh terlebih kita tidak membawa makanan waktu itu. Beberapa kali istirahat dan saya tertidur disepanjang track, terbangun, jalan, tidur lagi tanpa disadari kabut mulai menutupi jalan kita.

( Rizky - Dilli - Tomy )

    Samar – samar ketika ada bayangan menembus kabut, perut kami keroncongan. Selama perjalan baru ini saya melihat ada orang turun dari puncak dan mencoba meminta makan kecil yang ia punya tetapi tidak ada yasudah saya hanya meminjam korek akhirnya. Hari itu seperti sengsara buat apa sebenarnya kita jalan kepuncak? Didalam hati yang tidak karuan. Azry ternyata sudah didepan dari tadi Tomi terus berdampingan dengan saya dan Rizky yang terlihat cukup tenang berada dibelakang. Kabut seakan tidak punya perasaan dan awan mulai menutupi langit, waktu itu saya masih cukup ngotot ingin muncak sebentar lagi karna menurut pendaki yang baru turun hanya tinggal Tiga puluh menit lagi kita sampai dipuncak. Kali ini saya kalah dan terpaksa harus turun, Azry yang tinggal sedikit lagi ternyata terus naik begitu juga Rizky mengikuti dan tidak mau turun bersama saya dan Tomi.

( Tomy - Dilli )

    Turun kita berdua berjalan cepat sambil sesekali merunduk dari gemuruh petir yang membuat cemas. Hujan turun cuaca berubah cepat kabut enggan pergi, saya ketakutan namun berusaha tegar. Seketika basah baju yang kita kenakan, menggigil kami yang meneduh dibalik batu, beberapa saat sambil termenung hujan es batu pada waktu itu. Karna hujan terlalu lama dan dingin akhirnya kita lanjutkan perjalanan turun sampai camp dengan sangat kelelahan. 
 
    Mengganti baju yang sudah basah tak lama kami langsung disuguhkan makanan oleh Ogay dan dibuatkan kopi oleh Ryan, tidak lama selesai makan Rizky dan Azry pun sampai di camp syukurlah mereka selamat melawan badai hujan es batu. Waktu berganti malam kami semua istirahat dan Tomi berencana akan ikut ke puncak besok pagi bersama Ogay dan Ryan.

    Pukul Tiga pagi WITA saya ikut terbangun Ogay dan Ryan sedang bersiap-siap disusul Tomi. Seketika berfikir saya datang jauh-jauh sudah sampai sini, dan tidak tahu kapan bisa kembali lagi ke Rinjani. Tekad Tomi untuk meneruskan kepuncak sudah bulat, saya masih duduk didalam tenda menyaksikan mereka. Akhirnya saya putuskan untuk ikut jalan ke Puncak lagi, Rizky dan  Azry sampai dipuncak kemarin kalau seandainya Ogay, Ryan, Tomi juga sampai dipuncak dan hanya saya yang tidak sampai akan malu rasanya walaupun bukan puncak lah tujuan utama melainkan sampai kerumah dengan selamat. Terus berjalan menapaki yang kemarin saya lalui terasa sangat menyedihkan, ntah apa yang terus memacu langkah ini saya ingin segera sampai dipuncak dan pulang. Ryan berjalan cepat berada Lima puluh meter didepan saya, Ogay terlihat sangat kelelahan dan ingin menyerah, Tomi konstan sesekali menyusul saya di Tanjakan terakhir puncak Rinjani. Ryan finish pertama, saya dan Tomi datang setelah itu dilanjutkan Ogay tentunya, tangisan penuh haru akhirnya puncak Rinjani saya taklukan penuh pengorbanan bersama teman-teman meski saya gagal di langkah awal namun saya lanjutkan untuk menggapainya walaupun harus dengan muntah-muntah.

( On The Top Mt. Rinjani )

Terimakasih Tuhan juga teman-teman yang telah berjuang bersama-sama.






Jumat, 29 Januari 2016

Tips Touring Vespa

    Jalan-jalan naik Vespa memang seru apa lagi kalo bisa jalan-jalan naik Vespa sampai keluar kota atau biasa disebut touring. Nah buat pecinta Vespa atau Scooterist ini sedikit tips dari saya pribadi kalau seandainya ingin berpergian jauh naik Vespa. Semoga dapat bermanfaat dan membantu.   

1. Pastikan Vespa layak jalan seperti surat kendaraan yang hidup, penerangan pada Vespa menyala, body Vespa yang sempurna tidak banyak keropos dan system keselamatan yaitu Rem pada Vespa.

2. Membawa perlengkapan yang akan diperlukan dijalan seandainya terjadi kendala saat berkendara seperti P3K sederhana yang berisi obat masuk angin, kasa dan kapas, obat merah, plester untuk luka.

3. Belum naik Vespa kalau belum pernah merasakan mogok, kehabisan bensin atau mendorong Vespa itu sendiri. Nah peralatan tempur juga harus dipersiapkan dengan matang contohnya yang paling penting adalah Kunci busi, obeng plus dan minus, Tang, Kunci 11 12 13 14, Kunci Tromol dan palu.

4.  Membawa suku cadang Pertalian Kopling, Porsneling, Gas, Busi Cadangan, Bohlam, spimagnet dan serep cadangan.

5.  Mengganti oli mesin pada Vespa, biasanya Vespa memakai oli GGI oli botol kecil tapi tidak ada salahnya kalau mengganti oli GGI dengan oli Mesran Super agar mesin tidak cepat panas dan kopling juga akan terjaga selama perjalan.

6. Melakukan perawatan terlebih dahulu seperti membersihkan busi, tangki bensin, karburator, leher knalpot yang menumpuk dari kerak sisa pembakaran agar Vespa berjalan mulus.

7. Nitrogen untuk mendapatkan kenyamanan yang lebih ada baiknya scooterist juga memikirkan ini selain bantingan pada Vespa jadi lebih ringan pemakaian Nitrogen juga membuat ban tidak terlalu panas antisipasi terhadap ban bocor.

8. Penakaran Oli samping ini salah satu perhitungan agar mesin tetap jos saat berkendara ada baiknya pada siang hari karna cuaca panas penakaran oli samping dilebihkan sedikit untuk meredam agar mesin tidak terlalu panas namun jika malam hari penakaran oli samping tidak terlalu masalah jika ditakar normal.


Biru Api - Jogjakarta 2012

The New Bitu Api - Bali 2014
The New Biru Api - Sawarna 2016


          Itu dia sedikit tips dari saya pribadi buat yang mau touring pakai Vespa kesayangannya, tetap utamakan keselamatan dalam berkendara. Salam mesin kanan!!! 

   instagram : dilliprasetyo















Minggu, 17 Januari 2016

Trip Singkat Cari Keringat Gunung Batu Jonggol

     Gunung Batu jonggol trip singkat buat cari keringat, karna untuk hiking di gunung ini tidak perlu memakan waktu yang lama namun cukup mengeluarkan keringat. Hanya sekitar berjalan 45 menit kita bisa menyaksikan kota jonggol dari ketinggian, buat yang ingin berkemah disini ada sedikit lapang kecil untuk mendirikan tenda sekitar 6 tenda ukuran sedang. Jika kalian kesini jangan coba-coba untuk meremehkan track Gunung Batu ini, teknik climbing terpakai untuk medan Gunung Batu. Kalian perlu berhati-hati selain curam, jalan di gunung ini juga sempit sehingga harus saling bergantian ketika melewatinya, bawa juga minyak anti serangga karna dipuncak gunung ini banyak sekali semut terbang yang hinggap dan menggigit pengunjung.


Puncak Batu


Dilli - Tomi - Rizky - Yusup - Ogay - Ody