Apa yang anda bayangkan dari sebuah
kata liburan? Menghabiskan waktu dengan santai dan melupakan beban
pekerjaan, beraktivitas dengan hal baru, bersenang-senang dan pesta
pora. Namun apa yang anda bayangkan dengan berada di mobil Xenia
dengan Sepuluh orang? Sesak, tidak nyaman, pegal, konyol, kelebihan
muatan. Yaaaaaa inilah liburan saya yang sedikit memaksa ala kami.
Juber ex-Karon Outdoor
(Cedut, Sumprung, Rahmat, Ogay, Mangai, Bembem, Iqbal Anjeng, Ucup, Rizky, Yian)
Sebenarnya saya sudah lama ingin ke
Dieng Wonosobo beberapa orang sempat ada yang mengajak, terlebih saya
ingin membawa Vespa memang jika kesini. Tongkrongan yang dinamai
Juber oleh anak-anak dekat rumah ini belakangan memang selalu ricuh
kalau membahas soal jalan-jalan, sebagian mereka sudah kesetanan
iblis jalan-jalan mungkin. Berangkat pukul Satu dini hari saya pikir
kita akan tiba di Wonosobo sekitar pukul Dua Belas siang, ternyata
perkiraan jauh meleset dari harapan, buktinya kita sampai di Wonosobo
sekitar jam Sembilan malam karna banyak perbaikan jalan.
Bersyukur salah seorang teman punya
saudara yang tinggal disini sehingga kami dijamu olehnya. Baik sekali
sangat baik untuk kami, selain kami semua bersepuluh dikasih makan,
kami semua juga diberikan tempat beristirahat dirumahnya yang
disewakan menjadi tempat penginapan seharusnya. Lelah bergempitan
selama lebih dari Dua belas jam tidak memungkinkan kita untuk naik ke
Mt. Prau, lagi pula jika naik malam hari seperti ini buat apa kita
mendirikan tenda yang sudah kita bawa, karna pagi hari sekitar jam
Dua belas siang kita semua harus kembali pulang lagi, yasudah kita
semua istirahat dihome stay dan menunggu pukul Tiga pagi untuk summit
melihat sunrise diatas Prau yang bersuhu 2 derajat kala itu.
Udara disini sangatlah dingin, hampir
mencapai 2 derajat setiap harinya bahkan jika diatas gunung Prau
mungkin saja bisa Nol derajat, saya sangat percaya walaupun belum
pernah menyaksikan langsung katanya Dieng Prau pernah turun salju
atau es kecil jika yang saya rasakan sedingin ini. Setelah kami semua
istirahat di home stay pagi itu kami semua bangun, agak sedikit malas
sebenarnya saya juga masih capek dimobil 10 orang tak nyaman tapi
buat apa jauh-jauh saya kesini jika tidak melihat indahnya gunung
Prau. Akhirnya kami bersepuluh mulai mempersiapkan perbekalan untuk
diatas dengan membeli makanan diwarung, mengisi registrasi dan
berjalan menuju pintu kaki gunung yang melewati rumah warga lalu
kebun kentang. Sangat santai sekali tidak perlu terburu-buru karna
untuk sampai atas tidak begitu memakan waktu yang lama ini sangat
menyenangkan ketika baru 2 jam berjalan kita sudah bisa melihat
pemandangan tenda para pendaki yang artinya paling tidak 1 jam lagi
kita tiba di puncak dan melihat sunrise.
view dari Mt. Prau
Dingin dan angin sesungguhnya saya
tidak kuat mencari bagian terhangat tubuh, disini aktivitas saya
hanya menggigil dan sibuk bergerak agar tidak hipotermia semua harus
bisa dikendalikan begitu juga dengan teman-teman nampaknya. Sunrise
pun tiba banyak moment terekam disana bahagia sekali saya dan
teman-teman melihat Indonesia waktu itu. Kami pun bergegas turun
dengan sangat cepat dipandu oleh burung kicau dalam track perjalan
pulang, bocah gimbal dieng yang saya temui pagi hari didekat
pemukiman warga dia seperti takut dengan saya namun saya sangat kagum
dengan semua kearifan local di Prau, Dieng, Wonosobo.
Sunrise Mt. Prau
Dieng
Danau Dieng Plateu
Terimakasih
Follow my Instagram @Dilliprasetyo dan @Karon_outdoor
Jaga dan kunjungi Indonesia.
Foto lainnya





Tidak ada komentar:
Posting Komentar