Akhir bulan kebetulan juga weekend, tepat sekali sudah lama
juga tidak bertamasya. Teman rumah mengajak berpetualang kebetulan sekali weekend
ini saya memang rindu akannya. Kami membicarakan sudah sekitar seminggu yang
lalu, tinggal menunggu waktu dan pergi. Bogor kebetulan sangat dekat dengan tempat
kami tinggal yaitu tim saya Karon Outdoor, kami tinggal satu perumahan saling
berdekatan satu sama lain terlebih hampir setiap malam kita berkumpul maka
tercetuslah rencana kita bertamasya ke Gunung Gede Bogor yang berketinggian 2958 MDPL.
Berangkat sore hari kita semua naik motor dengan mambawa
Carrier, sekitar tiga jam dari cibubur untuk sampai ke Cibodas kabupaten Bogor
basecamp pendakian pintu Cibodas. Bogor hampir setiap hari turun hujan, benar
saja diperjalanan saya sempat terguyur hujan sedang beruntunglah sudah hampir
sampai. Tim kami bersepuluh dan Dua orang diantaranya Wanita kebetulan saya
mengajak Hanum pacar saya sendiri untuk mendaki. Sekitar jam Delapan malam kita
semua sudah sampai walau tadi dijalan kita sempat terpisah karna macet.
Sampai lalu rehat sejenak sambil menyipkan diri, juga
pemanasan kebetulan memang kita ingin langsung mendaki malam itu juga. Semua
sudah siap setelah berdoa bersama meminta keselamatan tim mulai berjalan, saya
memimpin didepan dan sisanya mengikuti dan menjaga jarak. Setelah sampai
dipintu pendakian Ranger pun memeriksa surat ijin mendaki kami tidak ada
masalah kita semua di izinkan untuk melakukan pendakian. Berjalan perlahan
mendaki malam memang perlu tenaga ekstra selain harus lebih awas karna gelap
disini alat pendukung seperti Headlamp harus dipersiapkan untuk setiap orang
yang mendaki. Kurang dari Enam puluh menit tim kami pun tiba di pos Satu, cuaca
lumayan dingin baiknya memang jangan terlalu lama beristirahat karna akan
membuat malas berjalan.
Melanjutkan perjalanan saya masih didepan yang lain ikut
bergegas, kita tidak boleh terlalu jauh
satu sama lain. Track gunung gede adalah bebatuan yang disusun, cukup jelas
untuk ditapaki kita tinggal mengikuti arah kemana batu dan juga disepanjang
jalur mulai banyak pos yang di bangun, Gunung Gede memang sudah komersil surat
izin disini juga sudah lumayan mahal untuk para pendaki jadi menerut saya
pribadi sudah pantas dengan fasilitas pos dan penunjuk arah gunung ini cukup
menyengkan untuk dinaiki bersama teman-teman. Empat jam berjalan dan beberapa
kali istirahat di Track berpapasan dengan pendaki lain malam itu sungguh tidak
terasa akhirnya kami sampai di Kandang Batu camping Ground tempat pendaki mendirikan
tenda, dilapak yang tidak terlalu luas ini kami dan tim beristirahat. Kandang
Batu berada setelah kita melewati jalan Air Panas, konon tempat ini sedikit
angker dan kerap terjadi hal yang tidak diinginkan namun menjaga lisan, pikiran
dan etikalah yang bisa menjauhkan dari hal tersebut. Malam itu kita
beristirahat.

location. Kandang Batu
Selamat pagi, kicau burung dimana-mana tapi tak terlihat
hanya terdengar merdu dan cuaca cukup mengagetkan ketika sleeping bag terlepas
dari tubuh lalu keluar tenda. Disini kita memulai hari memasak dan meminum
kopi. Alhamdulillah tim baik-baik saja tidak ada yang sakit semua terlihat
menikmati tamasya ini. Setelah berkemas kita pun siap melanjutkan perjalanan,
tidak lama berjalan kurang lebih Satu setengah jam kita pun tiba di Kandang Badak,
tempat ini pun sama adalah lapak Camping Ground para pendaki. Istirahat sambil
mengisi ulang air tak lama kemudian tim berbegas menuju puncak Gunung Gede,
fisik di uji jalan yang berbatu dan tersusun kita sudah tidak lagi ada namun
tapakan cukup jelas, banyak juga tanda simpul tali yang diikat kecil diranting
sebagai penunjuk jalan.
taken by: Mangai
Tim terpecah saya sudah tidak lagi didepan, kondisi fisik
menentukan langkah kita berjalan sekarang, tidak perlu dipaksakan puncak tidak
akan kemana-mana yang terpenting sekarang tetap berjalan dan tenang. Beberapa
kali kabut turun menutup jalan, perut yang sudah mulai lapar kembali kami ingin
cepat sampai puncak melihat kawah Gunung Gede dan Surya Kencana dari atasnya.
Setelah melewati Tanjakan Setan, disini kekuatan tangan diperlukan untuk
menjaga keseimbangan karna kita berpegangan tali lalu merangkak naik, jaga
jarak dan hati-hati adalah kunci untuk melewati tanjakan ini.
Setelah keluar dari hutan dan terlihat sebuah pundukan jalan
kerikil kecil dengan tanda pagar dari tali sebagai pembatas kawah Gunung Gede
terlihat sangat mengah jangan dibayangkan jika terjatuh tentunya kemungkinan
hidup sungguh sangat kecil.
Sesampainya dipuncak lalu melihat keindahannya terasa
terbayar jerih payah keringat dan berubah menjadi es batu, semangat yang
memanaskan didalam diri juga teman-teman yang menemani mendaki.
( Dilli - Bembem - Cutuy - Hanum - Ogay - Shinta - Cedut - Mangai - Ucop - Item )
( Hanum - Dilli )
Terimakasih
Follow Instagram: @dilliprasetyo @Karon_outdoor