Minggu, 22 Januari 2017

Liburan dalam satu mobil "Dieng-Mt.Prau"

    Apa yang anda bayangkan dari sebuah kata liburan? Menghabiskan waktu dengan santai dan melupakan beban pekerjaan, beraktivitas dengan hal baru, bersenang-senang dan pesta pora. Namun apa yang anda bayangkan dengan berada di mobil Xenia dengan Sepuluh orang? Sesak, tidak nyaman, pegal, konyol, kelebihan muatan. Yaaaaaa inilah liburan saya yang sedikit memaksa ala kami.

Juber ex-Karon Outdoor
(Cedut, Sumprung, Rahmat, Ogay, Mangai, Bembem, Iqbal Anjeng, Ucup, Rizky, Yian)

    Sebenarnya saya sudah lama ingin ke Dieng Wonosobo beberapa orang sempat ada yang mengajak, terlebih saya ingin membawa Vespa memang jika kesini. Tongkrongan yang dinamai Juber oleh anak-anak dekat rumah ini belakangan memang selalu ricuh kalau membahas soal jalan-jalan, sebagian mereka sudah kesetanan iblis jalan-jalan mungkin. Berangkat pukul Satu dini hari saya pikir kita akan tiba di Wonosobo sekitar pukul Dua Belas siang, ternyata perkiraan jauh meleset dari harapan, buktinya kita sampai di Wonosobo sekitar jam Sembilan malam karna banyak perbaikan jalan.

    Bersyukur salah seorang teman punya saudara yang tinggal disini sehingga kami dijamu olehnya. Baik sekali sangat baik untuk kami, selain kami semua bersepuluh dikasih makan, kami semua juga diberikan tempat beristirahat dirumahnya yang disewakan menjadi tempat penginapan seharusnya. Lelah bergempitan selama lebih dari Dua belas jam tidak memungkinkan kita untuk naik ke Mt. Prau, lagi pula jika naik malam hari seperti ini buat apa kita mendirikan tenda yang sudah kita bawa, karna pagi hari sekitar jam Dua belas siang kita semua harus kembali pulang lagi, yasudah kita semua istirahat dihome stay dan menunggu pukul Tiga pagi untuk summit melihat sunrise diatas Prau yang bersuhu 2 derajat kala itu.

    Udara disini sangatlah dingin, hampir mencapai 2 derajat setiap harinya bahkan jika diatas gunung Prau mungkin saja bisa Nol derajat, saya sangat percaya walaupun belum pernah menyaksikan langsung katanya Dieng Prau pernah turun salju atau es kecil jika yang saya rasakan sedingin ini. Setelah kami semua istirahat di home stay pagi itu kami semua bangun, agak sedikit malas sebenarnya saya juga masih capek dimobil 10 orang tak nyaman tapi buat apa jauh-jauh saya kesini jika tidak melihat indahnya gunung Prau. Akhirnya kami bersepuluh mulai mempersiapkan perbekalan untuk diatas dengan membeli makanan diwarung, mengisi registrasi dan berjalan menuju pintu kaki gunung yang melewati rumah warga lalu kebun kentang. Sangat santai sekali tidak perlu terburu-buru karna untuk sampai atas tidak begitu memakan waktu yang lama ini sangat menyenangkan ketika baru 2 jam berjalan kita sudah bisa melihat pemandangan tenda para pendaki yang artinya paling tidak 1 jam lagi kita tiba di puncak dan melihat sunrise.

view dari Mt. Prau

    Dingin dan angin sesungguhnya saya tidak kuat mencari bagian terhangat tubuh, disini aktivitas saya hanya menggigil dan sibuk bergerak agar tidak hipotermia semua harus bisa dikendalikan begitu juga dengan teman-teman nampaknya. Sunrise pun tiba banyak moment terekam disana bahagia sekali saya dan teman-teman melihat Indonesia waktu itu. Kami pun bergegas turun dengan sangat cepat dipandu oleh burung kicau dalam track perjalan pulang, bocah gimbal dieng yang saya temui pagi hari didekat pemukiman warga dia seperti takut dengan saya namun saya sangat kagum dengan semua kearifan local di Prau, Dieng, Wonosobo.

Sunrise Mt. Prau
Dieng

Danau Dieng Plateu

Terimakasih
Follow my Instagram @Dilliprasetyo dan @Karon_outdoor
Jaga dan kunjungi Indonesia.

Foto lainnya