Sabtu, 13 Februari 2016

Karon_outdoor

    Berkegiatan dialam memang sungguh sangat mengasikan apalagi kalau kegiatan ini dilakukan bersama teman atau keluarga tecinta. Seperti mendaki bukit atau gunung, menjelajah pulau sampai kedasar lautnya dapat menjadi pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan. Buat kalian yang ingin mencoba kegiatan outdoor ini kami merentakan peralatan mendaki dan camping. Semoga bermanfaat.

( List Harga )
( Follow IG @Karon_outdoor )

 Salam Rimba, Go!!! Outdoor...


Minggu, 07 Februari 2016

On The Top 3.726 MASL mt. Rinjani

    Rencana setahun lalu yang kami siap realisasikan dipenghujung tahun 2015, segala kemungkinan bisa terjadi atau meleset dari dugaan. Kami ingin naik Gunung Rinjani, uang kami siapakan begitu juga fisik setelah semua transfortasi yang kita boking untuk menuju kesana.

    Setibanya pagi hari distasiun Senen kami berangkat berempat yaitu Saya, Tomi, Rizky dan Ryan tujuan kita adalah untuk sampai dikota Surabaya terlebih dahulu. Di gerbong satu kita membunuh waktu Lima belas jam akhirnya tiba disurabaya pagi buta, ya dari sini perjalanan tentu akan kami lanjutkan sambil menunggu kereta pagi untuk sampai Banyuwangi. Sore hari di Banyuwangi kita putuskan untuk berjalan kaki menuju pelabuhan Katapang.

( St. Gubeng - Surabaya )

    Yap! Hore kita keluar jawa pukul Enam sore setelah kapal yang kita tumpangi mulus merapat dipelabuhan Gilimanuk, kondisi sudah gelap lelah sekali hari itu yang saya rasakan. Padang bai kita harus kesana untuk melanjutkan perjalanan, semuanya bergerak cepat pindah dari sarana transfortasi satu ke transfomasi lain. Kami menunggu cukup lama sampai mini bus terisi penuh dan berangkatlah kita ke terminal Ubung Bali setengah perjalan untuk sampai ke Padang Bai, tengah malam waktu WITA seorang supir taksi dengan mulut yang beraroma tuak mengantarkan kita ke pelauhan Padang Bai dengan kecepatan tinggi, sungguh mengerikan. Under 30 menit bukan waktu yang normal untuk sampai ke Padang Bai dengan menaiki taksi dari terminal Ubung, jika ingin merasakan sensasinya carilah Kadir dia satu-satunya seorang supir Taksi muslim yang mangkal diterminal Ubung katanya.

    Memasuki hari ke 2 perjalanan sebentar lagi kita akan sampai di Lombok. Rest… rest.. rest.. dari Padang Bai ke pelabuhan Lembar didalam kapal kami gunakan untuk istirahat karna perjalan laut ini memakan waktu yang lumayan lama sekitar 4 jam dilautan. Lombok terik hari itu padahal waktu belum lama pagi dan akan beranjak siang, masih sekitar Sembilan pagi kita yang sedang menunggu didepan mini market karna akan dijemput oleh saudaranya Tomi. Alhamdullilah…. kita diberi tempat tinggal sementara sampai nanti menunggu Satu orang lagi dan berangkat ke Rinjani.

    Saya bertemu Ogay siang hari waktu itu kebetulan dia minta dijemput diterminal sehabis melakukan trip panjang ke pulau komodo, saya tidak peduli yang jelas dia ngaret dari waktu yang kita sudah sepakati. Sekarang kita sudah berlima kita putuskan untuk berangkat sore itu juga, kami ngeteng angkutan umum perjalanan cukup panjang dari Udayana menuju desa Sembalun memakan waktu sekitar Dua setengah jam. Saya mendapatkan teman baru di Lombok ini karna sebelumnya Tomi yang mencari informasi terkait status Gunung Rinjani yang sedang erupsi, rencananya dia akan ikut mendaki bersama kami, tentu kami senang dia juga tidak merepotkan team kami terlebih dia menguasai bahasa sasak Lombok memudahkan dan menguntungkan kami tentunya dia adalah Azry Albeka selamat bergabung dengan Karon Outdoor team.

    Sampai di Base camp Sembalun pukul setengah Delapan malam WITA, sebagian dari kami bersiap-siap dan Arzy mengurus regristrasi pendakian, waktu itu team kami dihimbau untuk tidak mendaki sampai puncak Rinjani karna keadaan yang belum kondusif, namun menurut info sejak saat pendakian dibuka sejak hari senin saat kita baru tiba di Lombok sudah mulai ada pendaki yang berada dikawasan ini. Sekarang pukul Depalan malam pendakian kita mulai saya biarkan Azry memimpin didepan yang disusul oleh Ryan, Rizky dan Tomi, kita berjalan konstan dan masih semangat karna memang baru dimulai, jalan yang datar namun sesekali menanjak kadang berkelok sepanjang malam sinar bintang juga hadir pada saat itu memacu saya ingin lebih dekat lagi melihatnya. Setengah jam perjalanan dingin waktu itu tidak terlalu terasa terbakar bersama energi yang kita siapkan untuk sampai puncak Rinjani, ternyata kita salah jalan seketika janggal untuk dilewati kita banyak memanjat batu-batuan tinggi. Jangan diteruskan, saya yang menyobek kertas-kertas kecil untuk ditaburkan dijalan sebagai tanda karna tidak ingin melangkah lebih jauh akhirnya kita sepakat untuk putar balik, saat itu barulah kita sadar kalau ternyata jalan itu kurang terlihat dari pandangan kita. Lumayan mencuri start akhirnya tengah malam kita putuskan untuk beristirahat menunggu pagi dan melanjutkan perjalan.

( Ryan - Azry - Dilli - Tomi - Rizky - Ogay )

    Camp pertama dikawasan Rinjani disambut sebuah motor petani yang akan memasuki hutan juga ada segerombolan monyet yang terlihat sedang asik mencari makan. Kami lanjutkan perjalan kita akan berhenti di Pos 2 dan mengisi air minum, tidak terasa Dua jam berjalan tibalah kita di Pos 2 dan saya langsung turun untuk mengisi air karna persedian air ternyata sudah akan habis duluan. Ya Tuhan air sangat keruh, kotor dan berjentik sepertinya saya akan menahan aus ketimbang harus meminumnya, tapi yang saya lihat ada seorang porter yang tetap mengambil air dari sumber air tersebut. “gapapa bang ini buat dimasak aman emang agak keruh saja airnya” yasudah ini hanya untuk berjaga-jaga saja airnya.

    Istirahat cukup dipos 2 tempat pendaki banyak melakukan istirahat udaranya memang kadang sedikit menghentak jika terlalu lama beristirahat akan jadi malas untuk melanjutkan perjalanan, kami berlima akhirnya melanjutkan perjanan menuju pos 3 sangatlah indah sepanjang perjalanan ini mata seakan benar-benar dimanjakan. Sudah hampir siang akhirnya sampai juga, kedatangan kita dipos 3 disambut Tiga ekor anak Anjing lucu mereka menghampiri kita namun seperti takut, mungkin karna saya berambut gondrong. Berbagi makanan sedikit dengan Anjing kecil ini sungguh mengasikan, ketika ada seorang Bule yang mendaki menanyakan Anjing siapa namun spontan celetukan saya “ this dog searching food ” teman-teman tertawa karna bahasa inggris saya yang asal-asalan.

pict by : Ogay

    Meneruskan perjalanan pos 3 adalah pos terakhir jalur pendakian via Sembalun, ini dia dari sini jalan menanjak seakan-akan tidak ada habisnya. Yaaaaap!! Bukit penyesalan… karna tenaga kita sudah menulai menurut terlebih team tidak memutuskan untuk masak di pos 3 tadi sekarang formasi kita agak sedikit berantakan, Azry dan Ryan cukup konstan berada didepan sambil sesekali saya menyusul dari belakang sementara Tomi yang sudah sering minta rest bersama Ogay dan Rizky selalu memback up mereka. Saya mulai mengeluh juga beberapa kali tertidur diperjalanan, cukup jauh dengan Tiga orang dibelakang itu, setelah sadar ternyata mereka membalap saya, kita sekarang jadi jalan berempat Ryan dan Azry mereka sudah didepan,kapan tanjakan ini selesai dalam hati saya kadang bukit didepan itu terlihat akhir namun ternyata masih ada bukit lagi dan benar saja saya menyesal naik Rinjani waktu itu. Beberapa menit saya tersusul rombongan belakang saya putuskan untuk mengejar Azry dan Ryan waktu itu kabut turun mengurangi jarak pandang untungnya mereka tersusul dan saya sekarang berada didepan bersama mereka yang disusul Tomi beberapa saat.

    Pelawangan sembalun jam setengah Enam sore WITA berkabut dan dingin bergegas mendirikan tenda untuk istirahat. Saya, Azry, Tomi dan Ryan adalah orang yang sudah sampai disini dan mulai mendirikan tenda, ketika tenda 1 sudah hampir selesai kita bangun datanglah Rizky membawa kabar “ Ogay gak kuat, minta dijemput dia udah gak kuat bawa Carrier “ pekerjaan yang belum selesai itu akhirnya saya tinggal dan pergi kebawah menjeput Ogay yang sedang duduk lemas, karna udara lumayan dingin saya suruh dia tetap jalan sambil membawakan Carrier miliknya. Membangun tenda kedua dan mempersiapkan makan malam akhirnya team kami semua beristirahat.

pict by : Tomy

    Selamat pagi sepertinya sarapan sangat kurang hari ini dan sudah akan siang tentunya, rencananya kita akan pergi kepuncak jam Sembilan pagi setelah Ryan, Rizki, Tomi dan Azry mengambil persedian air untuk kita minum. Ogay tidak ikut kepuncak ditemani Oleh Ryan karna kondisi yang kurang fit kemarin mereka putuskan untuk pergi kepuncak esok pagi buta. Dari pelawangan Sembalun menuju puncak Rinjani memakan waktu sekitar Empat jam normal, sebelumnya kita memang dihimbau untuk tidak sampai puncak, namun tadi pagi pendaki asal Malaysia dengan porternya terlihat berangkat menuju puncak juga ada pendaki asal kota Padang yang kemarin bercerita bahwa mereka sudah sampai puncak Rinjani. 

    Kita berempat mulai meninggalkan Ogay dan Ryan yang menunggu di camp, cuaca yang lumayan hangat waktu itu seperti ingin memacu laju kaki yang ingin singgah dipuncak Rinjani. Tanjakan berpasir Lima Belas menit berjalan  kita memasuki kawasan menuju puncak dari sini mulai terasa perjalanan karna yang kita tapaki terkadang merosot jadi memerlukan 2 kali tenaga untuk sampai dipundukan yang pertama. Akhirnya kita berhasil melewati tanjakan pasir dengan waktu kurang lebih Satu jam, puncak memang terlihat dekat dari sini hanya “terlihat dekat” tidak ingin terlalu lama kita teruskan perjalanan dengan hati yang terkadang mengeluh terlebih kita tidak membawa makanan waktu itu. Beberapa kali istirahat dan saya tertidur disepanjang track, terbangun, jalan, tidur lagi tanpa disadari kabut mulai menutupi jalan kita.

( Rizky - Dilli - Tomy )

    Samar – samar ketika ada bayangan menembus kabut, perut kami keroncongan. Selama perjalan baru ini saya melihat ada orang turun dari puncak dan mencoba meminta makan kecil yang ia punya tetapi tidak ada yasudah saya hanya meminjam korek akhirnya. Hari itu seperti sengsara buat apa sebenarnya kita jalan kepuncak? Didalam hati yang tidak karuan. Azry ternyata sudah didepan dari tadi Tomi terus berdampingan dengan saya dan Rizky yang terlihat cukup tenang berada dibelakang. Kabut seakan tidak punya perasaan dan awan mulai menutupi langit, waktu itu saya masih cukup ngotot ingin muncak sebentar lagi karna menurut pendaki yang baru turun hanya tinggal Tiga puluh menit lagi kita sampai dipuncak. Kali ini saya kalah dan terpaksa harus turun, Azry yang tinggal sedikit lagi ternyata terus naik begitu juga Rizky mengikuti dan tidak mau turun bersama saya dan Tomi.

( Tomy - Dilli )

    Turun kita berdua berjalan cepat sambil sesekali merunduk dari gemuruh petir yang membuat cemas. Hujan turun cuaca berubah cepat kabut enggan pergi, saya ketakutan namun berusaha tegar. Seketika basah baju yang kita kenakan, menggigil kami yang meneduh dibalik batu, beberapa saat sambil termenung hujan es batu pada waktu itu. Karna hujan terlalu lama dan dingin akhirnya kita lanjutkan perjalanan turun sampai camp dengan sangat kelelahan. 
 
    Mengganti baju yang sudah basah tak lama kami langsung disuguhkan makanan oleh Ogay dan dibuatkan kopi oleh Ryan, tidak lama selesai makan Rizky dan Azry pun sampai di camp syukurlah mereka selamat melawan badai hujan es batu. Waktu berganti malam kami semua istirahat dan Tomi berencana akan ikut ke puncak besok pagi bersama Ogay dan Ryan.

    Pukul Tiga pagi WITA saya ikut terbangun Ogay dan Ryan sedang bersiap-siap disusul Tomi. Seketika berfikir saya datang jauh-jauh sudah sampai sini, dan tidak tahu kapan bisa kembali lagi ke Rinjani. Tekad Tomi untuk meneruskan kepuncak sudah bulat, saya masih duduk didalam tenda menyaksikan mereka. Akhirnya saya putuskan untuk ikut jalan ke Puncak lagi, Rizky dan  Azry sampai dipuncak kemarin kalau seandainya Ogay, Ryan, Tomi juga sampai dipuncak dan hanya saya yang tidak sampai akan malu rasanya walaupun bukan puncak lah tujuan utama melainkan sampai kerumah dengan selamat. Terus berjalan menapaki yang kemarin saya lalui terasa sangat menyedihkan, ntah apa yang terus memacu langkah ini saya ingin segera sampai dipuncak dan pulang. Ryan berjalan cepat berada Lima puluh meter didepan saya, Ogay terlihat sangat kelelahan dan ingin menyerah, Tomi konstan sesekali menyusul saya di Tanjakan terakhir puncak Rinjani. Ryan finish pertama, saya dan Tomi datang setelah itu dilanjutkan Ogay tentunya, tangisan penuh haru akhirnya puncak Rinjani saya taklukan penuh pengorbanan bersama teman-teman meski saya gagal di langkah awal namun saya lanjutkan untuk menggapainya walaupun harus dengan muntah-muntah.

( On The Top Mt. Rinjani )

Terimakasih Tuhan juga teman-teman yang telah berjuang bersama-sama.