Musim kemarau akhir Agustus kebakaran hutan dibeberapa
gunung menjadi sorotan, cuaca super panas dan kelalaian manusia mungkin saja
jadi sumbernya. Pemberitaan seorang pendaki wanita yang meninggal digunung
Semeru akibat tertimpa batu pun tidak kalah ramainya.
Kemarin
tepatnya hari Jumat tanggal 28 Agustus sebelum libur semester genap kami
berakhir. Kali ini ketiga kalinya saya bermain-main kekota garut dan sebelumnya
kekota ini masih dengan tujuan yang sama yaitu hiking atau naik gunung.
Gunung
Guntur berketinggian 2249mdpl gunung terendah di Kota Garut selain
Papandayan dan Cikuray. Kami sampai pukul 3 dini hari, beristirahat adalah cara
mempersiapkan fisik untuk nantinya hiking dipagi hari, team kami bertujuh dan
semua diantara kami adalah pertama mendaki Guntur. Start mulai menanjak dengan
level middle dan debu yang berterbangan akibat pijakan kaki dan mobil truck
para penambang batu membuat nafas sesak dalam paru-paru, baff masker, kaca
mata, topi, dan sun block adalah bagian penting sekarang.
Gunung
Guntur memilikin 3 pos untuk sebelum sampai kepuncaknya, pos 1 adalah base camp
awal pendaki mendaftarkan dirinya dari sini menuju pos 2 kurang lebih waktu
yang diperlukan sekitar 1 jam, di pos 2 terdapat curug dan mata air disini
pendaki bisa mengisi kembali persediannya airnya. Setengah 10 siang team kami
melanjutkan perjalan menuju pos 3 cuaca sangat terik, kami melewati sisa kebakaran hutan disini team banyak melakukan rest selain menanjak tenaga kami terkuras
oleh panasnya matahari, dipos 3 terdapat sumber air dan camp ranger yang menjual souvenir gunung
Guntur.
Tanpa ampun dari pos 3 menuju puncak jalan menanjak sangat
curam sekaligus terik, jalan pasir berbatu 3 langkah kaki maju sama dengan 1 langkah kaki mundur, saya sadar ditempat ini benar-benar nyawa lah taruhannya
apabila terpeleset akibat kurang fokus atau bercanda yang tak sewajarnya.
Guntur memiliki banyak puncak, jika fisik mendukung tentu 2 puncak pun tidak jadi
masalah namun bagi team kali ini puncak 1 pun sudah cukup melihat bahwa tenaga kami
banyak terkuras dan sudah malas. Puncak 1 sebelumnya saat kami masih di base
camp, ada pemberitahuan bahwa dipuncak 1 terdapat babi, babi-babi itu keluar
dari hutan dan mencari makan disekitaran pucak 1 kadang menghampiri tenda
pendaki, kejadian itu kami alami 4 ekor babi berada dibelakang tenda kami yang
pada saat itu kami sedang memepersiapkan makan malam, babi itu tidak
mengganggu kata seorang bapak tua saat kami melakukan pendaftaran pendakian,
“jangan sekali-kali
ditimpuk atau mengganggu babi cuman cari makan. Biarkan saja nanti mereka
akan pergi sendiri, kalau diganggu malah akan menyerang dan tambah banyak babi yang datang
karna mereka bergerombol disuatu tempat”
Jujur saya panik dan langsung masuk kedalam tenda untuk berlindung, setelah
makan malam sebentar saya menikmati bulan dan bintang diatas awan yang sedang cerah-cerahnya, lagi-lagi
city light kota garut jelas terlihat dari puncak 1 mt. Guntur.
Minggu pagi pukul 9 kami turun, panas datang lebih dulu
diatas kepala. Hati-hati dan menjaga jarak antar team cara aman untuk selamat, pasang
teliga pasang mata tetap fokus apabila ada teriakan dari atas mengenai batu
yang jatuh dari atas untuk menghindar.
Selamat mencoba kawan.....
moon light and city light
photo by: Ariq
JUBERS team
( Ariq - Iqbal - Yusuf - Ody - Okta - Dilli - Brian )
Puncak 2 view inframe Dilli x KARON OUTDOOR
photo by: Ariq
JUBER TEAM
inframe ( Dilli - Ody )
photo by: Ariq




