Selasa, 01 September 2015

Guntur Kemarau

    Musim kemarau akhir Agustus kebakaran hutan dibeberapa gunung menjadi sorotan, cuaca super panas dan kelalaian manusia mungkin saja jadi sumbernya. Pemberitaan seorang pendaki wanita yang meninggal digunung Semeru akibat tertimpa batu pun tidak kalah ramainya.

    Kemarin tepatnya hari Jumat tanggal 28 Agustus sebelum libur semester genap kami berakhir. Kali ini ketiga kalinya saya bermain-main kekota garut dan sebelumnya kekota ini masih dengan tujuan yang sama yaitu hiking atau naik gunung.

    Gunung Guntur berketinggian 2249mdpl gunung terendah di Kota Garut selain Papandayan dan Cikuray. Kami sampai pukul 3 dini hari, beristirahat adalah cara mempersiapkan fisik untuk nantinya hiking dipagi hari, team kami bertujuh dan semua diantara kami adalah pertama mendaki Guntur. Start mulai menanjak dengan level middle dan debu yang berterbangan akibat pijakan kaki dan mobil truck para penambang batu membuat nafas sesak dalam paru-paru, baff masker, kaca mata, topi, dan sun block adalah bagian penting sekarang.

    Gunung Guntur memilikin 3 pos untuk sebelum sampai kepuncaknya, pos 1 adalah base camp awal pendaki mendaftarkan dirinya dari sini menuju pos 2 kurang lebih waktu yang diperlukan sekitar 1 jam, di pos 2 terdapat curug dan mata air disini pendaki bisa mengisi kembali persediannya airnya. Setengah 10 siang team kami melanjutkan perjalan menuju pos 3 cuaca sangat terik, kami melewati sisa kebakaran hutan disini team banyak melakukan rest selain menanjak tenaga kami terkuras oleh panasnya matahari, dipos 3 terdapat sumber air dan  camp ranger yang menjual souvenir gunung Guntur.

    Tanpa ampun dari pos 3 menuju puncak jalan menanjak sangat curam sekaligus terik, jalan pasir berbatu 3 langkah kaki maju sama dengan 1 langkah kaki mundur, saya sadar ditempat ini benar-benar nyawa lah taruhannya apabila terpeleset akibat kurang fokus atau bercanda yang tak sewajarnya. Guntur memiliki banyak puncak, jika fisik mendukung tentu 2 puncak pun tidak jadi masalah namun bagi team kali ini puncak 1 pun sudah cukup melihat bahwa tenaga kami banyak terkuras dan sudah malas. Puncak 1 sebelumnya saat kami masih di base camp, ada pemberitahuan bahwa dipuncak 1 terdapat babi, babi-babi itu keluar dari hutan dan mencari makan disekitaran pucak 1 kadang menghampiri tenda pendaki, kejadian itu kami alami 4 ekor babi berada dibelakang tenda kami yang pada saat itu kami sedang memepersiapkan makan malam, babi itu tidak mengganggu kata seorang bapak tua saat kami melakukan pendaftaran pendakian,

jangan sekali-kali ditimpuk atau mengganggu babi cuman cari makan. Biarkan saja nanti mereka akan pergi sendiri, kalau diganggu malah akan menyerang dan tambah banyak babi yang datang karna mereka bergerombol disuatu tempat

    Jujur saya panik dan langsung masuk kedalam tenda untuk berlindung, setelah makan malam sebentar saya menikmati bulan dan bintang diatas awan yang sedang cerah-cerahnya, lagi-lagi city light kota garut jelas terlihat dari puncak 1 mt. Guntur.

    Minggu pagi pukul 9 kami turun, panas datang lebih dulu diatas kepala. Hati-hati dan menjaga jarak antar team cara aman untuk selamat, pasang teliga pasang mata tetap fokus apabila ada teriakan dari atas mengenai batu yang jatuh dari atas untuk menghindar.

Selamat mencoba kawan.....

moon light and city light
photo by: Ariq

JUBERS team
( Ariq - Iqbal - Yusuf - Ody - Okta - Dilli - Brian )

Puncak 2 view inframe Dilli x KARON OUTDOOR
photo by: Ariq

JUBER TEAM

inframe ( Dilli - Ody )
photo by: Ariq